Showing posts with label BELAJAR AGAMA ISLAM. Show all posts
Showing posts with label BELAJAR AGAMA ISLAM. Show all posts

Thursday, June 6, 2019

Penerimaan Santri Rumah Tahfizh Al-Hidayah

Surat pertama kali diturunkan adalah Qs Al-alaq 1-5, dan ayat pertama nya adalah Iqro' yang berarti "Baca",  tapi yang disuruh bukan membaca iqro' tapi membaca Al-Qur'an, yang mana satu huruf membacanya adalah bernilai 1 kebaikan dan dilipatkan lagi menjadi 10  (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469 ), dan setiap kebaikan itu akan menghapuskan dosa/keburukan (QS. Hud: 114), Ramadhan memang sudah berlalu, cukuplah  ramadhan kemarin yang kurang maksimal kita manfaatkan, dan beruntunglah bagi siapa yang sudah memanfaatkan keduanya karena puasa dan Al-Qur'an bisa menjadi pemberi safaat pada saat hari kiamat [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429] yuk sama-sama kita maksimalkan Ramadhan yang akan datang dengan Al-Qur'an, bagi yang belum bisa masih ada waktu 11bulan lagi untuk menyiapkan nya dan bagi yang sudah bisa yuk kita maksimalkan lagi dengan menghapalkannya karena ayat yang dihapal dan sering dibaca akan memberikan safaat juga pada hari kiamat ” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani).
Dan dalam hal ini Rumah Tahfizh Al-Hidayah memberikan kesempatan untuk yang ingin belajar dan juga menghapal Al-Qur'an ikut bergabung menjadi santriwan/santriwati,  pada periode mei yang ditunda menjadi juni, dan bagi yang sudah merasa dewasa jangan takut dan malu karena kami membuka 3 kelas berbeda

1.kelas biasa atau bagi anak-anak yang ingin bergabung (skb)
2. Kelas remaja (kelas setengah terikat)
3. Kelas Orang tua/yang sudah berkeluarga.

Dan pelajaran yang akan didapat adalah:
1. Qiroat atau iqro' (Tips belajar, Teori dan praktek serta hapalan tajwid)
2. Hapalan shalat (teori dan praktek, fardhu ( di ajarkan bacaan sholat yang lain juga berdasarkan Hadis shohih) dan shalat mayit)
3. Hapalan Al-Qur'an serta muroja'ah
4. Muhadoroh ( seminggu sekali, MC, Ceramah, Khotbah dan Bilal serta Doa)

Syarat-syarat pendaftaran:
1. Syarat pendaftaran no 1 usia anak minimal kelas 1sd maximal 2 sma dan anak diwajibkan membawa no hp orang tua beserta nama kedua orang tua serta mengikuti tes pendaftaran yang hasilnya akan diberi tahu melalui sms 2 Minggu setelah pendaftaran dimulai. Quota hanya 20
2. Kelas remaja hanya terikat oleh waktu pulang dan untuk masuk dibolehkan datang setelah siap setoran belajar Iqro' atau hapalan dan boleh pulang setelah selesai (masuk kelas boleh paling cepat ba'dah Maghrib dan paling lambat 08.00). Quota 10 orang
3. Kelas orang tua diberlakukan belajar seperti les per group, mengingat waktu yang dimiliki oleh orang tua yang terbatas dan dibolehkan memilih guru, quota per group minimal 3 orang maximal 5 orang dan jika tak memenuhi quota bisa dibicarakan lebih lanjut, untuk tempat dan guru belajar bebas memilih. ( Termasuk guru diluar Asatiz RTAH, akan kami sampaikan kalau yang ditujuh berkenan)

Demikianlah pemberitahuan dari kami, kelas dibatasi karena keterbatasan kemampuan kami, tes dan peraturan diadakan untuk menyaring santri yang serius ingin belajar dan mengajarkan santri sejak dini tentang pentingnya peraturan agar tercipta penerus yang islami, mengerti dan taat aturan. Untuk hal yang kurang mengerti bisa ditanyakan langsung lewat pesan sosmed kami atau langsung datang kerumah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Monday, December 4, 2017

KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT ADZAN

Terdapat banyak tempat yang rawan (sering) terjadinya kesalahan dalam kata-kata yang dilafadzkan dalam adzan,baik dalam penyebutan hurufnya maupun tajwidnya. Dalam hal ini akan dijelaskan perkata, huruf dan tajwid yang sering terjadi kesalahan. Dan akan kita bagi menjadi perkalimat agar mudah dimengerti dan dipahami.

Sebagaimana kita ketahui dalam lafadz adzan terdapat 6 kalimat yang di ulang-ulang
1.       Lafadz pertama “ALLAHU AKBARULLAHU AKBAR” dilafadzkan sebanyak tiga kali, dua kali di awal dan 1 kali di akhir
2.       Lafadz kedua “ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH” dilafadzkan sebanyak dua kali
3.       Lafadz ketiga “ ASYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLAH” dilafadzkan sebanyak dua kali
4.       Lafadz keempat “ HAYYA ‘ALASH SHOLAH” dilafdzkan sebanyak dua kali
5.       Lafadz kelima “ HAYYA ‘ALAL FALAH” dilafadzkan sebanyak dua kali
6.       Lafadz keenam dan terakhir “ LAA ILAHA ILLALLAH” dilafadzkan sebanyak  sekali.

Baiklah kita akan mencoba bahas satu persatu kalimat-kalimat (lafadz) pada adzan dari segi kesalahan yang sering dilakukan  dan juga cara yang benar melafadzkannya. Mohon diberi masukan jika terdat kesalahan dan juga kekurangan dalam pembahasan ini karena kami juga masih dalam tahap belajar.
1.       Lafadz pertama “ALLAHU AKBARULLAHU AKBAR” dilafadzkan sebanyak tiga kali, dua kali di awal dan 1 kali di akhir
Kesalahan pada kalimat terjadi pada
1.1. Pada huruf LAM TASYDID dilafadz Allah atau bisa juga disebut “Lam Jalala” disana terdapat huruf alif yang bergaris atas bertemu lafadz Allah dalam hal ini setiap baris atas dan depan jika bertemu dengan lafadz Allah seharusnya cara membacanya dengan menebalkan huruf Lam nya dengan sifat huruf masih huruf Lam Cuma lebih ditebalkan, kesalahan terjadi biasanya pada cara penebalan huruf Lam nya itu, kebanyakan cara menebalkannya itu dengan keluar dari sifat huruf lam menjadi huruf “Waw” seperti “AWLAHU” yang semestinya “ALLAHU” dengan menebalkan huruf “LAM”
1.2. Pada huruf “H” di kata ALLAHU sering juga terjadi kesalahan dengan penyebutan huruf “H KECIL” atau kalau dalam abjadnya terdapat di awal hurufnya hampir sama dengan huruf “ JIM dan KHO” padahal huruf yang sebenarnya adalah menggunakan huruf “H BESAR” terdapat diujung pada abjadnya.
1.3. Pada penyambungan kata “ALLAHU” dan kata “AKBAR” kesalahannya terjadi pada saat menyambungkannya, biasanya dilafadzkan dengan “ALLAHUWAKBAR” padahal semestinya kata “ALLAHU dan AKBAR” itu semestninya di pisah, mungkin kesalahan ini terjadi karena kebiasan kita pada sifat dari kata Bahasa Indonesia seperti kata “BUAH, DUA, TUA” setiap huruf "U" bertemu dengan huruf  "A" suaranya menjadi "W", padahal huruf kita dan Arab itu berbeda, pada huruf arab cuma pada hukum idghom dan iqlab yang terjadi perubahan suara dan ini terdapat pada hukum nun mati dan tanwin sedangkan pada contoh di atas tidak terdapat hukum nun mati.
1.4. Pada huruf “K” dikata “AKBAR” disini terjadi pada makhrojil hurufnya, sifat huruf “KAF” dalam penyebutannya adalah mengalirkan nafas kita, dan aliran nafas ini lebih terdengar jelas pada saat huruf “KAF” berbaris sukun seperti pada kata “AKBAR” kesalahannya biasanya tidak keluarnya aliran nafas pada penyebutannya sehingga aliran nafas itu seperti ditahan layaknya pada penyebutan huruf “K” pada abjad kita.